Salesforce Agentic Enterprise Index: Penerapan Agen AI Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Setahun

Analisis penggunaan Agentforce pada perusahaan yang secara konsisten memanfaatkan agen AI selama Februari 2025 hingga April 2026 menunjukkan cara berbagai industri menerapkan agen AI, membangun kepercayaan, dan memperoleh imbal hasil investasi (ROI).
Sorotan utama:
- Pada akhir tahun fiskal ini, organisasi menambah jumlah agen AI yang diaktifkan hingga hampir tiga kali lipat dan memangkas rata-rata waktu pembuatan agen sebesar 53%.
- Agen AI menjadi semakin serbaguna. Keterampilannya dapat bertambah hingga 350% untuk menangani tugas kompleks saat permintaan mencapai puncak.
- Penerapan agen AI mendorong pertumbuhan penjualan daring sektor ritel empat kali lebih tinggi.
- Kepercayaan kian menguat Penggunaan mingguan oleh karyawan melonjak tiga kali lipat, sementara tingkat eskalasi pelanggan tetap stabil meski agen digunakan dalam skala sangat besar.
Jakarta, 24 Agustus 2026 – Salesforce merilis Agentic Enterprise Index 2026, yang menganalisis data agregat penggunaan AI dari platform Agentforce untuk melihat cara bisnis menerapkan, menggunakan, dan memperoleh nilai dari agen AI.
Temuan tahun ini menunjukkan dua model penerapan yang berbeda dalam lanskap bisnis global. Karakteristik operasional dan kebutuhan bisnis suatu industri turut menentukan cara tenaga kerja digitalnya diterapkan.
- Penerapan AI dalam volume tinggi dan berfokus pada tugas tertentu: Model ini paling umum digunakan di sektor yang berhadapan langsung dengan konsumen. Fokusnya adalah volume dan kecepatan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara langsung.
- Penerapan AI serbaguna dan multitahap: Model ini banyak ditemukan di sektor dengan operasional kompleks dan regulasi ketat, seperti manufaktur dan sektor publik. Prioritasnya adalah membangun agen yang mampu menangani beragam tugas dengan logika bisnis lintas fungsi.
Kedua model penerapan tersebut dapat memperkuat kepercayaan dan menghasilkan ROI. Masa depan AI agentik (agentic AI) akan ditentukan oleh kemampuan keduanya untuk berjalan berdampingan, yakni menghadirkan dampak berskala besar dengan cepat sekaligus menangani tugas yang semakin kompleks di berbagai industri.
- Layanan keuangan memadukan kecepatan dan kepatuhan regulasi: Industri ini menerapkan sejumlah agen AI paling canggih dalam skala besar seperti yang lazim ditemukan di sektor konsumen. Hal ini membuktikan bahwa kompleksitas tinggi dan otomatisasi bervolume besar dapat berjalan bersamaan, terutama pada periode sibuk seperti musim pelaporan pajak.
- Sektor ritel meningkatkan kompleksitas sesuai kebutuhan: Agen AI di sektor yang berhadapan langsung dengan konsumen umumnya menangani tugas lebih sederhana. Namun, kedalaman kemampuan dan jumlah tindakan yang dijalankan meningkat selama periode belanja liburan yang padat.
Temuan lebih lanjut:
Bisnis, terutama di industri konsumen, mempercepat penerapan agen AI
Rata-rata jumlah agen AI yang diaktifkan oleh setiap organisasi meningkat hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Setelah akses tersedia, bisnis mulai membuat agen dalam waktu rata-rata dua hari. Waktu tersebut terus berkurang setiap bulan dan telah turun 53% selama periode analisis.
Namun, apakah agen AI tersebut benar-benar menjalankan pekerjaan yang bermakna? Untuk mengukurnya, Salesforce mengembangkan metrik bernama Agentic Work Unit (AWU). Satu AWU mewakili satu tugas yang diselesaikan oleh agen AI, yaitu titik ketika kecerdasan diubah menjadi pekerjaan nyata.
Per April 2026, output AWU dari agen Agentforce tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk (compound monthly growth rate/CMGR) sebesar 15%.
Industri yang berhadapan langsung dengan konsumen, terutama yang menangani interaksi pelanggan dalam jumlah besar, mencatat output AWU paling agresif. Meski outputnya tinggi, agen AI di sektor ritel biasanya tetap berfokus pada tugas tertentu, dengan rata-rata satu hingga dua tindakan per agen hampir sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa agen AI tersebut menangani pekerjaan rutin dan spesifik dalam volume besar.
Agen AI menjadi lebih serbaguna, terutama saat permintaan tinggi
Sebagian besar pekerjaan rutin membutuhkan satu atau dua keterampilan sederhana, seperti mengakses detail data atau menjawab pertanyaan pelanggan. Namun, saat ini semakin banyak agen AI yang mampu menangani tugas yang lebih kompleks. Rata-rata agen AI kini mampu menjalankan enam keterampilan, naik dari dua keterampilan pada awal 2025.
Kemampuan agen AI semakin meningkat saat permintaan tinggi. Pada puncak musim belanja, rata-rata agen AI di sektor ritel mampu menjalankan sembilan keterampilan, naik hingga 350%. Data ini menunjukkan bahwa agen AI diterapkan untuk menangani kebutuhan pelanggan yang lebih kompleks dan terdiri dari beberapa tahap ketika permintaan selama musim liburan melonjak.
Data juga menunjukkan bahwa agen AI kian aktif mengambil tindakan lintas domain cloud. Sebagai contoh, agen layanan pelanggan tidak sekedar menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menampilkan catatan penjualan hingga memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Dengan demikian, manfaatnya bagi pelanggan dan bisnis menjadi semakin luas.
Kemampuan untuk bertindak di berbagai sistem cloud menegaskan pentingnya arsitektur headless, yaitu arsitektur yang memisahkan logika sistem dari antarmuka pengguna. Pemisahan ini memungkinkan agen AI memproses tugas, menjalankan tindakan, dan memicu alur kerja dari mana saja.
Industri dengan regulasi ketat dan operasional kompleks cenderung memprioritaskan kecanggihan agen AI
Penerapan di lapangan: Siemens menjual ribuan produk perangkat keras dan perangkat lunak melalui tujuh unit bisnis yang masih terpisah dan 18.000 tenaga penjualan. Setiap minggu, perusahaan menerima 2.800 prospek masuk yang belum terkualifikasi, tanpa informasi mengenai anggaran, wewenang pengambilan keputusan, atau jadwal pembelian. Akibatnya, tenaga penjualan menghabiskan waktu mengejar prospek yang kurang tepat, sementara prospek lainnya tidak tertangani. Dalam industri dengan siklus penjualan yang panjang, teknis, dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, Agentforce membagi proses kualifikasi ke dalam alur kerja multi agen AI yang terkoordinasi. Agen pertama berinteraksi dan membina prospek. Agen kedua mengumpulkan data yang belum tersedia, menerapkan aturan kualifikasi, lalu meneruskan prospek dengan konteks lengkap lintas divisi. Orkestrasi ini memungkinkan Siemens menangani proses kompleks dari awal hingga akhir selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Untuk mengukur kompleksitas penggunaan agen AI di berbagai industri, Salesforce mengembangkan Sophistication Index atau Indeks Kecanggihan. Indeks ini memetakan seluruh tindakan agen ke dalam lima tingkat kompleksitas kognitif yang bertahap:
- Tingkat 1-3 (Membaca, Mengoordinasikan, Menyintesis): Kemampuan standar dengan risiko rendah, seperti mengakses data, menyusun email, dan merangkum dokumen.
- Tingkat 4-5 (Menulis, Menganalisis, Mengurai): Kemampuan kompleks, seperti memperbarui kolom basis data atau mengekstrak parameter bertingkat dari masukan mentah pengguna secara terprogram.
Dengan menilai jumlah tingkat kompleksitas yang aktif digunakan agen AI di setiap industri, Sophistication Index menunjukkan sektor yang memanfaatkan agen untuk berbagai tugas kompleks, bukan sekadar mengotomatisasi pekerjaan dalam volume tinggi.
Sektor manufaktur, layanan keuangan, serta kesehatan dan ilmu hayati (health and life sciences/HLS) membangun jaringan agen AI yang lebih canggih dibandingkan sektor yang selama ini dikenal sebagai pelopor AI, seperti teknologi dan ritel. Agen AI diterapkan untuk menangani seluruh spektrum pekerjaan, mulai dari mengambil dan merangkum data hingga menyusun komunikasi dan memperbarui catatan secara langsung.
Industri tersebut menghasilkan volume AWU yang lebih kecil, tetapi pertumbuhannya signifikan. Output AWU di sektor publik dan HLS masing-masing tumbuh 227 kali dan 19 kali.
Layanan keuangan merupakan contoh industri dengan regulasi ketat dan operasional kompleks yang menerapkan agen AI dalam skala besar. Industri ini menyumbang 10% dari total output AWU agen AI per bulan. Aktivitas tersebut didorong oleh lonjakan kebutuhan konsumen secara musiman, seperti pada batas akhir pelaporan pajak, yang meningkatkan permintaan terhadap dukungan AI agentik.
Penerapan agen AI meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan penjualan
Di berbagai industri, agen AI mulai beralih dari sekadar percakapan menjadi eksekusi. Agen kini lebih banyak menjalankan tindakan, seperti memicu alur kerja di belakang layar dan menerapkan logika bisnis, dibandingkan hanya menghasilkan teks. Rasio tindakan terhadap output tersebut tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk sebesar 15%. Sebagai contoh, agen di sektor layanan tidak hanya menyusun jawaban terkait pesanan pelanggan. Agen juga mengakses data terkait, menerapkan aturan bisnis, kemudian memproses pengembalian dana atau menjadwalkan ulang pertemuan.
Bisnis yang memanfaatkan agen AI juga mencatat pertumbuhan penjualan yang lebih kuat dibandingkan bisnis yang tidak menggunakannya. Tren ini terlihat paling jelas pada industri ritel dan konsumen selama periode belanja liburan.
“Baik ketika perusahaan mengaktifkan agen AI untuk beroperasi dalam skala besar maupun mengorkestrasikannya melalui rangkaian proses yang kompleks dan bertahap, intinya agen tersebut menghadirkan nilai nyata,” ujar Joe Inzerillo, President of Enterprise AI and Technology Salesforce. “ROI tersebut tidak hanya terlihat pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada efisiensi eksekusi. Kita tengah beralih dari chatbot pasif dan model prediktif menuju agen AI berbasis eksekusi yang benar-benar bekerja dan menghasilkan nilai nyata.”
Kepercayaan meningkat: karyawan semakin sering menggunakan agen AI, sementara agen di bagian layanan pelanggan menangani lebih banyak percakapan pelanggan tanpa mengurangi kualitas
Sepanjang periode analisis, frekuensi rata-rata interaksi karyawan dengan agen AI per minggu meningkat 300% dalam setahun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan. Agen di Slack mencatat rata-rata 67 sesi per minggu. Jumlah tersebut naik tiga kali lipat pada April dibandingkan Februari.
Konteks pendukung: https://slack.com/customer-stories/slackbot
Customer Zero: Slackbot di Salesforce
Slackbot, agen AI Salesforce di Slack, menjadi alat dengan adopsi tercepat sepanjang sejarah Salesforce. Sebanyak 83% karyawan Salesforce menggunakannya secara rutin. Slackbot dapat menghemat waktu kerja rata-rata hingga lima jam per karyawan setiap minggu. Karyawan Salesforce menggunakan Slackbot langsung di Slack untuk menyederhanakan pekerjaan sehari-hari, mulai dari merangkum percakapan yang terlewat dan menyusun konten hingga menyiapkan dokumen ringkas dengan menggabungkan metrik serta berkas dari berbagai kanal dan aplikasi.
Pelanggan juga semakin memercayai agen AI. Dalam lima kuartal terakhir, agen AI menangani percakapan layanan pelanggan 170 kali lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Agen AI juga secara konsisten menyelesaikan tujuh dari 10 percakapan tanpa bantuan manusia.
Sebuah studi terbaru juga menemukan bahwa 77% konsumen yang berinteraksi dengan agen AI pendamping belanja di situs resmi merasa lebih yakin terhadap pembelian mereka dibandingkan konsumen yang tidak menggunakan agen tersebut.
Di organisasi layanan pelanggan, dampak terbesar agen AI terlihat pada kepuasan pelanggan. Dampaknya lebih besar dibandingkan terhadap produktivitas staf layanan, rata-rata waktu penanganan, retensi pelanggan, dan waktu respons pertama.
Melihat ke depan
Seiring berkembangnya tenaga kerja digital di perusahaan, bisnis tidak lagi harus memilih antara agen AI yang dapat diterapkan dengan cepat dan agen yang mampu menangani tugas kompleks. Keduanya dapat berjalan bersamaan. Perusahaan dapat meningkatkan output dengan cepat untuk menghadapi lonjakan permintaan sambil mempertahankan logika lintas fungsi yang mendalam untuk menangani alur kerja kompleks.
Metodologi:
Dengan memanfaatkan Agentforce dan produk Salesforce lainnya, Salesforce menganalisis dan mengagregasi data penggunaan dari sekelompok perusahaan untuk memahami pemanfaatan agen di lingkungan kerja. Salesforce Agentic Enterprise Index mencakup tren pada Februari 2025 hingga April 2026 serta mengkaji aktivitas dan keterlibatan perusahaan yang memanfaatkan agen AI untuk mendorong ROI. Agar memenuhi syarat dalam himpunan data ini, perusahaan harus memiliki agen aktif dalam lingkungan produksi setiap bulan selama periode analisis. Hasil ini tidak mencerminkan kinerja Salesforce.
About Salesforce
Salesforce helps organizations of any size become agentic enterprises - integrating humans, agents, apps, and data on a trusted, unified platform to unlock unprecedented growth and innovation.
Visit www.salesforce.com for more information.














